Materi ini merupakan ringkasan materi yang didapatkan saat mengikuti Sosialisasi dan Validasi Karya Ilmiah Dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar yang dilaksanakan oleh Kopertis VIII di Fave Hotel Mataram pada tanggal 12 April 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh Lembaga Penelitian dan utusan dosen Perguruan Tinggi Swasta se-NTB dan pemateri pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., dan Prof. Gusti Ngurah Mahardika.

Proses Validasi Karya Ilmiah untuk Pencegahan Plagiasi (Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M.)

Diawal penyampainnya, Prof. Suardana menyampaikan 3 buah kisah mengenai plagiasi: (1) plagiat yang dialamatkan ke Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg. Akibat kasus tersebut, Guttenberg bahkan dipaksa mundur dari jabatannya; (2) Presiden Hongaria Pal Schmitt meletakkan jabatan pada tgl 2 Apri 2012 setelah gelar doktornya pada 1992 dicabut sesudah adanya pernyataan ia menjiplak sebagian dari disertasi setebal 200 halaman; dan (3) Satu dari tiga orang dosen bergelar doktor yang dikenai sanksi oleh Universitas ……… karena kasus plagiat mengaku teledor. “Tidak ada unsur kesengajaan pencontekan tanpa sumber,” kata …….. lewat pesan pendek kepada Tempo, Jumat malam 2 Maret 2012.

Berkaca dari kasus tersebut, Prof. Suardana menyarankan kepada dosen agar berhati-hati dalam menulis. Adapun ruang lingkup plagiasi adalah:

  1. Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
  2. Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
  3. Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
  4. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri;
  5. Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya.

Tipe plagiarisme menurut Soelistyo (2011):

  1. Plagiarisme kata demi kata (Word for word Plagiarism).    Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.
  2. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source).                  Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya secara jelas).
  3. Plagiarisme kepengarangan (Plagiarism of Authorship).          Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain.

Ada juga plagiarisme jenis self plagiarisme. Jenis plagiasi ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi, dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah. Hal penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti. Artinya karya lama merupakan bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan, sehingga pembaca akan memperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama.

Beberapa upaya telah dilakukan institusi perguruan tinggi untuk menghindarikan masyarakat akademisnya, dari tindakan plagiarisme, sengaja maupun tidak sengaja. Berikut ini, pencegahan dan berbagai bentuk pengawasan yang dilakukan antara lain (Permen Diknas No. 17 Tahun 2010 Pasal 7):

  1. Karya mahasiswa (skripsi, tesis dan disertasi) dilampiri dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan, yang menyatakan bahwa karya ilmiah tersebut tidak mengandung unsur plagiat.
  2. Pimpinan Perguruan Tinggi berkewajiban mengunggah semua karya ilmiah yang dihasilkan di lingkungan perguruan tingginya, seperti portal Garuda atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
  3. Sosialisasi terkait dengan UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 dan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 kepada seluruh masyarakat akademis.

Selain bentuk pencegahan yang telah disebutkan di atas, sebagaimana ditulis dalam http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism, ada langkah yang harus diperhatikan untuk mencegah atau menghindarkan kita dari plagiarisme, yaitu melakukan pengutipan dan/atau melakukan paraphrase.

Ada beberapa aplikasi pendukung antiplagiarisme baik yang berbayar maupun gratis. Misalnya:

  1. Menggunakan alat/aplikasi pendeteksi plagiarisme. Misalnya : Turnitin, Wcopyfind, www.plagiarismchecker.com, www.articlechecker.com, www.plagiarismdetect.com, www.textbroker.com, www.scanmyessay.com dan sebagainya.
  2. Penggunaan aplikasi Zotero, Endnote dan aplikasi sejenis untuk pengelolaan sitiran dan daftar pustaka.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengatur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi dilingkungan akademik. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut (Pasal 70): Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Adapun tahapan valdiasi karya ilmiah dosen di lingkungan Kopertis VIII:

Alur Validasi Karya Ilmiah Dosen_Kopertis VIII

—————————————————————————————————————–

Publikasi Jurnal Ilmiah pada Jurnal Bereputasi (Prof. Gusti Ngurah Mahardika)

Beberapa alasan kenapa harus publikasi menurut Prof. Gusti Ngurah Mahardika:

  • Menambah kasanah Ilmu Pengetahuan
  • Memperoleh rekognisi
  • Menarik minat orang lain
  • Mendapat umpan balik ahli lain
  • Legitimasi penelitian
  • Memperbesar peluang pendanaan
  • Angka kredit

Prof. Mahardika menyebutkan bahwa publikasi adalah tentang data, metode pengumpulan data, lingkup masalah, bingkai masalah, dan bahasa. Hasil penelitian adalah kunci utama paper: Apa ‘kata’ hasil penelitian kita/data yang tersedia, Apa kesimpulan dari hasil/data tersebut, Apa yang baru, Apa hipotesis yang dibuktikan. Prof. Mahardika juga menyebutkan bahwa pertanyaan penelitian adalah jantung naskah.

Kebanyakan dosen bermasalah pada bahasa misalnya dosen menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku, struktur kalimat yang tidak lengkap, dan banyak kata-kata mubazir. Sehingga beliau menyarankan dalam membuat artikel hendaknya Keep In Short and Simple (KISS). Seorang penulis harus mejaga etika publikasi yaitu JUJUR.

Ada tiga dosa peneliti:

  1. Pabrikasi data (data hanya hasil reka-reka)
  2. Falsifikasi data (Data diubah agar sesuai)
  3. Plagiarisme

Berikut ini disampaikan cara untuk menghindari plagiasi:

  1. Jangan mengembangkan tema tentang apa yang telah dikatakan atau ditulis, TETAPI, tulis sesuatu yang baru dan orisinil
  2. Terlalu tergantung dengan pendapat ahli atau lembaga resmi, SEBAIKNYA, kembangan atau tunjukkan perbedaan pendapat dengan pendapat itu.
  3. Mengutip peneliti sebelumnya, HENDAKNYA, buat kontribusi kita yang signifikan (dalam bidang kita)
  4. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris agar sesuai dengan diskusi pada bidang ilmu dengan cara meniru apa yang kita dengar dan baca, LEBIH BAIK, gunakan kata-kata sendiri.