Fokus penelitian di Universitas Hamzanwadi mengacu pada Sistem Penjaminan Mutu Penelitian Perguruan Tinggi (SPMPT) Ristekdikti. Arah kebijakan penelitian Universitas Hamzanwadi tercermin dalam Rencana Induk Penelitian (RIP) Universitas Hamzanwadi. Berdasarkan RIP tersebut peran Universitas Hamzanwadi melalui penelitian unggulannya, yaitu mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk pengembangan bidang ilmu terapan, baik itu di bidang teknik, kesehatan,  ilmu pengetahuna alam, dan inovasi pembelajaran dalam rangka menemukan teknologi pendidikan dan pengajaran yang berwawasan religius dan berguna bagi dunia pendidikan; dan membangun kemitraan dengan pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga internasional dalam rangka peningkatan mutu tri dharma.

Untuk mencapai kesejahteraan berkelanjutan tersebut, agenda pengembangan penelitian Universitas Hamzanwadi, ditetapkan sebagai berikut:

  1. Pengembangan penelitian dalam bidang ilmu terapan.
  2. Pengembangan teknologi berwawasan kesejahteraan masyarakat.
  3. Pengembangan sain dan teknologi tepat guna.
  4. Pengembangan obat-obatan berbasis lokal.
  5. Pengembangan inovasi pembelajaran.
  6. Penciptaan teknologi pendidikan dan pembelajaran.
  7. Pengembagan model dan metode pembelajaran.
  8. Pengayaan buku refrensi sekolah.
  9. Pendidikan dan pengajaran berbasis kearifan lokal.
  10. Pengembangan model manajemen jejaring bimbingan dan konseling.
  11. Pengembangan model manajemen pelatihan guru.

Bidang penelitian unggulan tersebut dapat dikembangkan tema-tema penelitian unggulan yang akan diimplementasikan lebih lanjut oleh P3MP dalam panduan penelitian yang dikelola setiap tahun. Hasil-hasil penelitian yang dikelola P3MP juga mendukung tugas dan peran Universitas Hamzanwadi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan pembangunan karakter bangsa. Untuk mencapai indikator sasaran yang harus dicapai, dikembangkan strategi sesuai dengan bidang penelitian unggulan Universitas Hamzanwadi. Agenda tahunan penelitian tercermin dalam tahapan pengembangan penelitian unggulan Universitas Hamzanwadi, yang diorientasikan untuk menghasilkan teknologi dan produk yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan pengajaran, khususnya di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penelitian unggulan diangkat dari isu-isu nasional dan lokal dengan memperhatikan sumber`daya yang dimiliki dan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Peneliti Universitas Hamzanwadi yang utama adalah dosen tetap yang tersebar di program studi, karena itu bidang-bidang penelitian unggulan dan tema-tema yang dikembangkan memperhatikan potensi yang ada di setiap program studi. Prioritas tema setiap periode dapat disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta permasalahan yang mendesak untuk dipecahkan, serta hasil-hasil penelitian yang unggul. Tema penelitian unggulan ditetapkan agar hasil-hasil penelitian secara komprehensif dapat memberikan luaran yang memiliki nilai kebaruan dan kekhasan Universitas Hamzanwadi dalam bidang ilmu terapan. Untuk mendukung visi dan penelitian unggulan Universitas Hamzanwadi mengembangkan Hibah Penelitian Internal.

Kemampuan meneliti dosen ditingkatkan secara bertahap dengan pelatihan penulisan proposal dan penyediaan penelitian internal yang bersifat pembinaan di Universitas Hamzanwadi. Sistem kompetisi yang terbuka akan mendorong peneliti untuk meningkatkan kemampuan meneliti secara berkelanjutan. Fasilitasi dalam publikasi dalam bentuk penerbitan jurnal pelatihan penulisan artikel, penulisan monograf/buku referensi menjadi salah satu strategi dalam peningkatan mutu luaran penelitian. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen dan pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan ajar akan meningkatkan atmosfer ilmiah yang mendukung suasana akademik. Mendatangkan ahli dalam forum ilmiah dapat menjadi inspirasi dan motivasi di samping meningkatkan wawasan penelitian.

Peningkatan kualitas manajemen penelitian terus dilakukan dengan beberapa strategi yaitu: (1) Membangun sistem informasi penelitian, (2) Meningkatkan kualitas internal reviewer dengan pelatihan, (3) Sistem monitoring yang efektif, (4) Memperkuat dan memperluas jaringan kerjasama, (5) Revitalisasi pusat-pusat penelitian.